Pertarungan Blockchain VS Database Tradisional Dalam Aplikasi Judi Online

Database Tradisional

Contoh database tradisional

Database ini menggunakan arsitektur jaringan client-server. Pengguna(klien) dapat memodifikasi data, yang disimpan diserver terpusat. Kontrol database tetap dengan otoritas yang ditentukan, yang mengotentikasi kredensial klien sebelum dapat mengakses database. Karena otoritas ini bertanggungjawab untuk administrasi database, jika keamanan dikompromikan, data dapat diubah, atau bahkan dihapus.

Database Blockchain

Database ini tediri dari beberapa node yang terdesentralisasi. Setiap node berpartisipasi dalam administrasi, semua node memverifikasi penambahan baru pada blockchain, dan mampu memasukkan data baru ke dalam database. Penambahan data dapat dilakukan ke blockchain bila mayoritas node mencapai konsensus. Mekanisme konsesus ini menjamin kemanan jaringan, sehingga sulit untuk diubah.

Dalam Bitcoin, konsesus ini dicapai dengan menambang (hashing), sementara Ethereum berupaya menggunakan bukti kepemilikan sebagai mekanismenya.

Integritas dan Transparansi

Properti utama dari teknologi blockchain, yang membedakannya dari teknologi database tradisional, adalah kemampuan verifikasi publik, yang dimungkinkan oleh integritas dan transparansi.

  • Integritas: Setiap pengguna dapat yakin bahwa data yang mereka ambil tidak rusak dan tidak berubah dari pertama kali direkam.
  • Transparansi: Setiap pengguna dapat memverifikasi bagaimana blockchain telah ditambahkan dari waktu ke waktu.

CRUD vs Operasi Baca & Tulis

Dalam database tradisional, pengguna dapat melakukan empat fungsi pada data, ‘Create’, ‘Read’, ‘Update’, dan ‘Delete’ (CRUD).

Sedangkan blockchain drancang untuk menjadi stuktur tambahan saja, Pengguna hanya dapat menambahkan data dalam bentuk blok tambahan. Semua data sebelumnya disimpan secara permanen dan tidak dapat diubah. Oleh karena itu, satu-satunya operasi yang terkait blockchain adalah:

  • Baca Operasi: Mengambil data dari blockchain.
  • Tulis Operasi: Menambahkan data ke blockchain.

Validasi dan Transaksi Judi dalam Blockchain

Blockchain memungkinkan dua fungsi: validasi transaksi dan penulisan transaksi baru. Transaksi adalah operasi yang mengubah status data yang ada pada blockchain. Sementara entri sebelumnya pada blockchain harus tetap sama, entri baru dapat mengubah status entri data sebelumnya. Misalnya, jika blockchain telah mencatat saldo dompet bitcoin anda sebesar 1 juta BTC, angka itu akan disimpan secara permanen pada blockchain. Ketika anda menghabiskan 400.000 BTC, transaksi itu akan dicatat pada blockchain, sehingga saldo anda akan menjadi 600.000 BTC. Namun karena blockchain hanya dapat ditambah, saldo sebelum transaksi anda sebesar 1 juta BTC juga akan tetap ada secara permanen pada blockchain, bagi mereka yang ingin melihatnya. Inilah sebabnya mengapa blockchain juga sering disebut sebagai buku besar yang tidak berubah dan terdistribusi.

Ilustrasi blockchain

Singkatnya, perbedaan antara database tradisional dan blockchain adalah kontrolnya. Kontrol desentralisasi menghilangkan resiko kontrol terpusat. Contohnya begini, siapapun yang memiliki akses penuh ke database permainan judi online dapat merubah data taruhan online yang ada didalamnya. Sehingga, penjudi sangat bergantung pada infrastruktur keamanan dari administrator database milik bandar tersebut. Teknologi blockchain dalam casino online menggunakan penyimpanan terdesentralisasi untuk menghindari masalah ini. Penggunaan teknologi mutakhir ini sudah diadopsi oleh agen bola yang kondang seperti HokiPanda. Dengan mengaplikasikan judi berbasis blockchain maka proses memasang taruhan dan data transaksi dari penjudi menjadi semakin aman. Teknologi blockchain sangat cocok untuk merekam jenis informasi seperti ini. Sangat penting bagi setiap organisasi untuk memahami apa yang diinginkan dari suatu database, dan mengukurnya terhadap kekuatan serta keamanan masing-masing database, sebelum memilih salah satunya.